Sabtu, 01 Maret 2014

Tips Membeli Ponsel Android (Part 2)


Sebelumnya di part 1 sudah saya bagi tips membeli ponsel Android perihal pemilihan merek vendor, prosesor, RAM, versi Android, dan kapasitas penyimpanan serta dukungan memori eksternal. Di part 2 ini saya akan melanjutkan berbagi tips perihal pemilihan layar, resolusi, kamera, garansi, update software, serta harga.

Mari kita lanjutkan...

4. Layar dan Resolusi

Untuk pertimbangan yang satu ini, ada yang perlu Anda yakinkan. Anda butuh: smartphone, phablet, atau tablet? Smartphone biasanya punya layar berukuran 3 hingga 5 inci. Sementara tablet biasanya berukuran 7 hingga 10 inci. Sedangkan phablet adalah istilah yang biasa digunakan orang bule untuk perangkat yang berukuran diantara smartphone dan tablet (phablet: phone-tablet).


Mudahnya begini, smartphone adalah perangkat utama yang mendukung komunikasi kita sehari-hari. Untuk itu, smartphone biasanya selalu dibawa kemana saja dan tentunya muat di kantong. Bayangkan jika Anda harus membawa tablet kemana saja, tentu agak merepotkan dan sedikit lebih berat. Tapi jika Anda tidak masalah membawa tablet tiap hari dan memang membutuhkan layar yang besar, tentu ini bisa jadi pengecualian.

Jika sudah menentukan besarannya, perhatikan resolusinya. Perkembangan teknologi layar ini sangat cepat. Saat ini bahkan ada ponsel yang memiliki resolusi 2K QHD atau dua kalinya Full HD. Semakin tinggi resolusinya, tentu gambarnya semakin tajam. Selain resolusi, faktor yang ikut serta dalam menghasilkan tampilan gambar yang tajam adalah kerapatan piksel (pixel-per-inch atau ppi). Jumlah piksel yang bisa dilihat dengan mata telanjang adalah sekitar 300 ppi, itu pun harus dengan melotot. Di atas itu mata manusia sulit melihat pikselnya, kecuali dengan bantuan mikroskop. Layar 5 inci Full HD biasanya memiliki jumlah piksel di atas 310 ppi, ini sudah sangat cukup bagi mata manusia.

Selain ukuran dan resolusi, yang perlu dicermati dalam urusan layar adalah jenis panel yang digunakan. Ada yang bertipe TFT, LCD, LED, dan sebagainya. Tiap panel memiliki karakteristik sendiri dalam menghasilkan warna. Ada yang kehijauan, kekuningan, kebiruan, dan lainnya. Kalau urusan warna, itu selera masing-masing, tetapi untuk sudut pandang, tentu punya ukuran. Layar yang bagus akan menghasilkan warna yang stabil ketika diliat dari berbagai sudut. Layar yang kurang bagus akan terlihat “merubah” warna ketika dilihat dari sudut miring sekitar 30-50 derajat.

Memperhitungkan sudut penghilatan layar itu penting. Anda tentu tidak selalu melihat layar secara bertatapan terus. Ada kalanya Anda sedang makan dan ponsel Anda diletakkan dimeja. Saat-saat seperti ini yang diperlukan untuk melihat layar dari sudut agak kesamping. Saran saya, jangan pilih layar TFT, karena sudut penglihatannya buruk, dan tipe ini sudah ketinggalan zaman. Perlu diketahui, perangkat-perangkat unggulan sudah tak lagi menggunakan layar TFT, karena vendor sudah tahu kelemahan panel ini.

5. Kamera dan Baterai

Ponsel pintar zaman sekarang sudah dipastikan memiliki kamera. Namun tidak semua smartphone menawarkan kamera yang berkualitas. Tentu ini kembali pada harganya. Jika harganya murah, kualitasnya jangan terlalu diharapkan. Tapi bagi Anda yang membutuhkan kualitas kamera yang bagus, siaplah merogoh kocek agak dalam.

Besarnya resolusi kamera memang bukan ukuran mutlak dalam menentukan kualitas yang dihasilkan. Bahkan ponsel “China” sekarang juga banyak yang menawarkan resolusi kamera besar. Akan tetapi bagaimanakah kualitas yang dihasilkan? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas jepretan foto/perekaman video. Pertama adalah komponen perangkat keras (modul) kamera itu sendiri, kemudian perangkat lunak yang mengolah (software), serta komponen pendukung seperti lampu kilat (flash).

Salah satu cara termudahnya memang dengan melihat resolusinya. Secara teori, semakin besar resolusi, maka gambar yang dihasilkan akan semakin tajam/tidak pecah. Saat artikel ini disusun, smartphone Android dengan resolusi kamera tertinggi dipegang oleh Sony Mobile dengan 20MP pada produk flagship-nya Xperia Z1, Z1 Compact, dan Z2. Sementara flagship Samsung terbaru, Galaxy S5, mengusung kamera 16MP. Meski berbeda resolusi, kualitas gambar yang dihasilkan bisa saja lebih baik yang si resolusi rendah. Untuk mengetahuinya, sering-sering membaca review produk tersebut.

Sumber: stupiddope.com

Ukuran sebuah gambar foto yang bisa disebut bagus secara teknis menurut saya ada banyak faktor, salah satunya adalah mengenai ketajamannya, kekayaan warna, kecerahan, dan kejernihan (tidak banyak noise). Namun bagi Anda yang berdana sedikit, pastikan juga kameranya bisa autofocus dan ada flash.

Untuk kamera sekunder (kamera depan), biasanya vendor memang tidak menanamkan module canggih seperti kamera primer (kamera belakang). Umumnya kamera depan beresolusi VGA, 1,3MP, 2MP, 5MP, hingga ada yang 8MP. Kamera depan ini biasanya fixed-focus dan tidak ada flash.

Sementara untuk baterai, sebenarnya "rancangannya" mirip seperti feature phone. Namun pada smartphone biasanya terasa lebih boros karena perangkat ini harus terhubung ke internet setiap saat. Berbeda dengan feature phone yang hanya digunakan untuk voice dan SMS saja. Kebanyakan smartphone harus di charge setiap hari, atau bahkan ada yang sehari 2x.

Kapasitas baterainya berbeda-beda. Ada yang 1.300mAh hingga 4.000mAh. Borosnya pemakaian baterai dipengaruhi banyak faktor, seperti besaran layar, prosesor, sinyal, suhu udara, serta perilaku penggunanya. Sebagai contoh, semakin besar layarnya tentu daya yang dibutuhkan juga semakin besar. Sementara prosesor tipe lawas juga lebih boros baterai. Perkembangan teknologi baterai ini sangat lambat, tidak seperti prosesor atau layar yang sangat cepat. Untuk itu berbagai produsen chipset menyiasatinya dengan merubah teknologi chipset mereka sehingga lebih irit konsumsi daya.

Kebanyakan smartphone berlayar 4 inci mengusung baterai berkapasitas 1.600mAh - 1.800mAh. Menurut pengalaman saya yang menggunakan smartphone layar 4 inci dengan baterai 1.600mAh, saya perlu men-charge baterai kira-kira 1,5x per hari. Itu jika saya menggunakan WiFi untuk akses ke internet, sementara jika menggunakan jaringan seluler, kira-kira saya perlu men-charge baterai 2-2,5x per hari. Untuk enaknya, pilih baterai yang punya kapasitas besar seperti diatas 3.000mAh.

6. Garansi dan Update Software (After Sales)

Sebenarnya poin garansi atau after sales ini sudah sedikit saya bahas pada poin 1 tentang nama/merk. Tapi disini saya akan berbagi pengalaman dari cerita teman-teman saya. Pernah ada suatu ketika seorang teman dengan ponsel merk “XYZ”-nya rusak. Kemudian ia membawanya ke service center resmi. Dia sudah tahu yang rusak bagian microfon dan minta diganti bagian itu saja. Singkat cerita sang customer service memintanya untuk menginapkan ponselnya beberapa hari karena sang CS berdalih stok komponen tersebut sedang kosong. Ia dijanjikan tak lebih dari dua minggu selesai diperbaiki.

Selang dua minggu kemudia ia kembali ke service center tadi dan terkaget melihat ponselnya mejeng di etalase sebagai barang display (FYI, ponselnya itu termasuk flagship, jadi tentu bakal menarik perhatian jika dipajang). Lalu ia bertanya ke CS apakah ponselnya memang sudah selesai diperbaiki atau belum. Ternyata setelah menunggu sekian waktu, ponselnya masih bermasalah. Usut-punya usut, ponselnya tidak diperbaiki, alias hanya mejeng di display selama dua minggu. Ia diminta untuk menunggu beberapa waktu lagi untuk serveice center bisa memperbaikinya. Namun karena kesal, ponselnya tak jadi diperbaiki dan dibawa pulang lagi. Padahal hanya minta diganti microphone-nya saja.

Itu kisah singkat service center yang buruk, dan tidak semuanya buruk, ada juga yang bagus. Sebagai contoh teman saya punya ponsel merk “ABC” rusak dibagian layarnya. Ia kemudian datangi service center resmi dan diputuskan untuk mengganti dengan panel layar yang baru. Kebetulan panel layarnya tersedia dan ponselnya langsung diperbaiki. Untuk kasus ini, perbaikan ponselnya hanya beberapa jam saja, dan bahkan bisa ditunggu.

So, kenali merk mana saja yang paling banyak kasus jeleknya. Mengetahui kasus jelek lebih mudah, karena biasanya pengguna mengeluhnya di suara pembaca, atau omongan buruk memang paling mudah tersebar luas. Untuk ketahanan perangkatnya sendiri saya kira semua vendor terkenal sudah memenuhi syarat kelayakan. Saat ini memang semakin banyak merk “China” beredar. Merk ini masih lekat dengan produk murahan dan cepat rusak. Padahal tidak semua seperti itu. Hampir semua vendor terkenal juga di produksi di China.

Sumber: gottabemobile.com

Kemudian perhatikan tentang update software-nya. Update software ini penting, sebab semakin baru software yang digunakan biasanya akan semakin mempercepat kinerja, menambal lubang keamanan, dan membawa fitur baru. Tapi perlu dicatat tidak semua ponsel mendapat update software, terutama ponsel tidak terkenal atau kelas low-end. Sebab, pengembangan software tentunya dilakukan oleh tim khusus, dan biasanya vendor tak mau banyak keluar biaya mengurusi produk kelas bawah. Jika dana Anda cukup membeli flagship, belilah yang flagship, karena update-nya diutamakan.

Saya tidak banyak memiliki data mengenai vendor mana saja yang rajin memberikan update sistem operasi. Jika Anda meminta saya menyebutkan namanya, berikut urutan vendor yang saya dengar rajin memberikan update: Samsung, LG, Sony, HTC, Lenovo, Asus, dan Acer. Selain itu, pemain baru di Indonesia, yakni Oppo, juga saya dengar sering memberikan update. Yang jelas, jika komunitas ponsel tersebut besar, maka Anda tidak perlu khawatir. Sebab kita bisa saling bertukar informasi/masalah yang dialami dengan mudah.

7. Harga

Yang terakhir adalah harga. Untuk yang terakhir kalinya saya ingatkan tentang 2 poin yang menadarkan Anda saat ingin membeli ponsel, yakni kebutuhan dan kemampuan finansial. Jika dana Anda tidak terbatas, saya sarankan langsung saja beli yang flagship. Namun jika dana Anda terbatas, tentu yang dicari adalah kebutuhan.

Sumber: Metrojambi.com

Ingat selalu membandingkan ponsel yang diinginkan dengan ponsel serupa dari vendor pesaing. Ponsel value memang jarang dibuat para vendor, karena bagi mereka untungnya kecil. Ponsel serba lengkap dengan harga terjangkau biasanya ada pada spesifikasi kelas menengah. Saya tidak akan menyebut salah satu tipenya, tapi saya sarankan Anda untuk banyak mendengar ponsel apa yang sedang populer/banyak digunakan. Biasanya itulah yang saya maksud. Biasanya lho ya, nggak selalu :)

***

Nah, demikian cerita tips dari saya tentang hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan/memilih untuk membeli sebuah ponsel Android. Semoga bermanfaat. Jika pusing membaca banyak tulisan, rangkumannya adalah:

1. Merek/Vendor
2. Prosesor, RAM, dan versi Android
3. Kapasitas Penyimpanan dan Dukungan Memori Eksternal
4. Layar dan Resolusi
5. Kamera dan Baterai
6. Garansi dan Update Software (After Sales)
7. Harga

1 comments:

Aida Islamie mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Posting Komentar

 
Copyright © 2012 Dodo
Theme by Yusuf Fikri